Harga plastik per Mei 2026 mengalami lonjakan signifikan, naik 80%-100% akibat gangguan pasokan global, dengan biji plastik PP (Polypropylene) mencapai Rp66.900–Rp102.900/kg dan HDPE Rp50.000/kg. Pemerintah membebaskan bea masuk bahan baku plastik mulai 1 Mei 2026 selama enam bulan untuk meredam harga.
Berikut rincian harga plastik per Mei 2026:
- Biji Plastik PP Murni (Original/Virgin): Berkisar antara Rp66.900 hingga Rp149.750 per kg.
- Biji Plastik HDPE: Mencapai Rp50.000 per kg.
- Biji Plastik PP Daur Ulang: Rata-rata berkisar Rp116.100 per kg, dengan harga termurah sekitar Rp21.000 per kg.
- Plastik Sampah (Trashbag) 60×100 (1 kg): Sekitar Rp21.200 per pack.
Poin Penting Situasi Pasar Mei 2026:
- Kenaikan Tinggi: Harga biji plastik PP menembus angka tinggi, memengaruhi produsen kemasan.
- Intervensi Pemerintah: Berdasarkan laporan madiun.jatimtimes.com, mulai 1 Mei 2026, pemerintah membebaskan bea masuk untuk bahan baku plastik guna mengatasi lonjakan harga.
- Dampak UMKM: Kompas.id melaporkan bahwa kenaikan ini memberatkan pelaku UMKM yang bergantung pada plastik kemasan.
- Tren Global: Kenaikan harga juga didorong oleh tren global, dengan id.tradingeconomics.com mencatat harga Polietilena masih jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Analisis Ekonom UGM & UMY: Fenomena Cost-Push Inflation
Pakar ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) menggarisbawahi bahwa lonjakan harga plastik hingga 100% ini merupakan indikator nyata dari
Cost-Push Inflation di LLDikti Wilayah V.- Efek Domino Petrokimia: Gangguan logistik dan distribusi energi global di Selat Hormuz memicu kenaikan harga minyak mentah dunia sebesar 47%.
- Beban Industri Hulu: Kondisi tersebut otomatis melambungkan harga komoditas nafta (komponen utama resin plastik) di pasar internasional dari kisaran normal USD550 menjadi melampaui USD850 per ton.
- Ekspektasi Inflasi Inti: Laporan Kontan mencatat bahwa melesatnya harga kemasan ini berkontribusi langsung pada kenaikan proyeksi inflasi inti domestik ke level 2,6%–3%.
- Nilai Impor Jumbo: Hingga awal tahun 2026, nilai impor bahan baku olahan minyak bumi untuk industri plastik nasional menembus Rp14,8 triliun.
- Pasar “Ganti Harga”: Ketergantungan yang tinggi pada pasokan luar negeri membuat harga plastik domestik langsung bergejolak begitu terjadi konflik global. Menurut Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas), harga bahan baku melonjak dari USD1.000 menjadi USD1.800 per metrik ton, memaksa seluruh lini manufaktur hilir masuk ke fase ganti harga massal.
Harga Plastik Naik Tajam Dampak Sektor Logistik dan Distribusi Sembako
Artikel pemantauan distribusi dari Media Indonesia memaparkan beban tambahan pada jalur logistik nasional:
- Melonjaknya Biaya Wrapping: Harga plastik lembaran pelindung (stretch film/pallet wrap) yang digunakan untuk membungkus muatan logistik di pelabuhan dan gudang naik hingga 65%.
- Tekanan pada Ritel Modern: Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) melaporkan adanya kenaikan tipis biaya operasional pengiriman barang dari pusat distribusi (distribution center) ke gerai ritel akibat membengkaknya anggaran untuk material pengemas pelindung berbasis plastik tersebut.
PMK Nomor 23 Tahun 2026 Resmi Berlaku
Laporan hukum dan perpajakan dari DDTC News merinci dasar hukum kebijakan penyelamatan industri nasional:
- Payung Hukum: Insentif ini diterbitkan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 23 Tahun 2026 [DDTC News].
- Komoditas Bebas Pajak: Fasilitas Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP) 0% diberikan khusus untuk impor gas petroleum cair (LPG), propilena, dan etilena guna memangkas biaya produksi resin [DDTC News].
- Kriteria Penerima: Insentif diprioritaskan bagi manufaktur hilir domestik yang memiliki komitmen tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal akibat krisis energi global [DDTC News].
Harga Plastik Naik Tajam Ancaman Berantai ke Komoditas Pangan Pokok
Menurut pantauan pasar makro di Kontan, efek berantai krisis ini mulai meluas di luar sektor kuliner siap saji:
- Peringatan Bapanas: Badan Pangan Nasional (Bapanas) secara resmi mewaspadai potensi rembetan kenaikan harga pada komoditas pangan esensial seperti beras dan gula curah.
- Penyebab Utama: Kenaikan biaya produksi anyaman karung plastik dan kemasan pembungkus PE dipastikan akan dibebankan kepada margin harga jual beras di tingkat penggilingan hingga ke pasar ritel.
Sebagai distributor pallet plastik yang berlokasi di Kota Medan, Bintang Abadi Plastik Indonesia siap memenuhi kebutuhan pallet Anda dengan produk berkualitas tinggi. Dengan pengalaman dan keahlian yang mumpuni, kami menyediakan pallet plastik yang dapat diandalkan untuk berbagai industri. Baik Anda membutuhkan pallet plastik bekas atau baru, kami memiliki berbagai pilihan untuk mendukung kebutuhan logistik Anda.
Hubungi Kami
Alamat Kantor & Gudang :
Jalan Cemara Ring Road No.34 A – B, Pulo Brayan Darat II, Kec. Medan Tim., Kota Medan, Sumatera Utara 20239.