Harga plastik per Mei 2026 melonjak tinggi (naik 40% hingga 100%) akibat gangguan pasokan global, memicu beban biaya operasional
Harga plastik pada Mei 2026 sedang mengalami lonjakan drastis sebesar 40% hingga 100% dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh gangguan rantai pasok bahan baku global (nafta) akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.
Berikut rincian estimasi harga plastik di pasar Indonesia pada Mei 2026:
1. Harga Biji Plastik (Bahan Baku)
Harga bahan baku murni melonjak signifikan karena ketergantungan pada impor:
- Polypropylene (PP) Murni: Rp66.900 – Rp102.900 per kg.
- High-Density Polyethylene (HDPE): Sekitar Rp50.000 per kg.
- PP Daur Ulang:Rata-rata Rp102.600 per kg (dengan kisaran termurah Rp16.000)
2. Harga Plastik Kemasan & Konsumsi
Kenaikan di tingkat retail terasa sangat membebani UMKM dan pedagang kecil:
- Plastik Kresek: Naik dari Rp10.000 menjadi Rp15.000 – Rp17.000 per pak.
- Plastik Anti Panas (PE): Naik menjadi Rp65.000 per kg dari sebelumnya Rp40.000.
- Plastik Ukuran Jumbo: Melonjak drastis hingga Rp50.000 per pak.
- Cup Plastik: Mengalami kenaikan harga hampir dua kali lipat, dari Rp15.000 menjadi Rp25.000.
Upaya Stabilisasi Harga
Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian merespons kondisi ini dengan kebijakan pembebasan bea masuk impor (menjadi 0%) untuk bahan baku plastik seperti PP, PE, LLDPE, dan HDPE selama enam bulan, yang mulai berlaku efektif pada 1 Mei 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat menekan biaya produksi dan menormalkan kembali harga di pasaran dalam beberapa bulan ke depan.